Filosofi Air, Pelajaran Berharga dari Wartawan Senior

  • Bagikan
Ilustrasi filosofi kehidupan — tetesan air yang jatuh berulang-ulang perlahan mengikis batu yang keras dan mengalir melewati batang kayu yang rapuh. Bukti bahwa kelembutan dan ketekunan air lebih kuat daripada kekakuan batu dan kaku kayu: bukan dengan memaksa, tetapi dengan terus mengalir dan menyesuaikan diri, air menemukan jalannya dan mengalahkan rintangan. (Foto dok: Istimewa).

SUARAIMBANG.COM, MAKASSAR — Pengalaman puluhan tahun melintasi berbagai dinamika kehidupan dan jurnalistik mengantarkan seorang wartawan senior pada pemahaman yang sederhana namun mendalam. Agus Salim, Pemimpin Redaksi Suara Imbang.com, membagikan tiga filosofi kehidupan yang ia pegang teguh selama berkarir dan berkeluarga, Minggu (17/10/2026). Filosofi ini, katanya, menjadi kompas yang menuntunnya melewati masa-masa sulit maupun saat berada di puncak keberhasilan.

Pertama: Janganlah Menjadi Seperti Batu

“Batu itu keras, tak mudah berubah, dan cenderung mematahkan apa pun yang menabraknya. Jika kita bersikap keras kepala, menutup diri dari masukan orang lain, dan merasa paling benar, kita akan sulit tumbuh. Kerasnya hati pada akhirnya bukan mematahkan masalah, melainkan mematahkan hubungan kita dengan sesama. Semakin keras kita mempertahankan ego, semakin rapuh pondasi kebersamaan kita,” ungkapnya.

Kekakuan sikap, tambah Agus Salim, sering kali disalahartikan sebagai ketegasan. Padahal, ketegasan yang benar berdiri di atas kebijaksanaan, bukan penolakan buta terhadap perubahan. Batu yang keras sekalipun pada akhirnya akan terkikis oleh waktu. Manusia yang menolak belajar dan berubah pun demikian — ia akan tertinggal oleh zaman.

Kedua: Janganlah Menjadi Seperti Kayu

“Kayu itu berdiri tegak namun mudah patah jika angin bertiup kencang. Ia kaku, tak lentur, dan tidak mampu beradaptasi. Banyak orang berdiri di atas prinsip yang benar, namun lupa bahwa dunia terus berubah. Saat situasi berubah, ia tetap pada posisi lama, dan akhirnya patah karena tidak bisa menyesuaikan diri.”

Kayu juga rentan dimakan rayap dari dalam. Begitu pula seseorang yang tampak kuat di luar namun hatinya penuh keraguan dan ketakutan yang tak disadari. Tanpa kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan, kekuatan yang dimiliki perlahan akan terkikis dan runtuh saat ujian datang.

Ketiga: Jadilah Seperti Air

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan