
“Maka jadilah seperti air. Saat berhadapan dengan yang lebih keras, jangan memecahkan diri menjadi batu kedua. Jadilah air yang mengalir melewatinya. Saat terhalang yang tak bisa digeser, jangan memaksakan diri menjadi kayu yang kaku menolak berbelok. Cari jalan lain, naik sedikit, turun sebentar — dan kamu akan tetap bergerak maju menuju tujuanmu.”
“Kemenangan terbesar bukanlah saat kamu mematahkan lawan dengan kekuatanmu. Melainkan saat kamu tetap utuh dan terus melangkah maju, sementara rintangan di hadapanmu perlahan runtuh dan hanyut oleh ketekunanmu.”
“Di tengah dunia yang sering kali mengajarkan kita untuk selalu berdiri tegak dan berani menantang arus, kadang yang paling dibutuhkan justru kemampuan untuk menjadi seperti air — menyejukkan, beradaptasi, dan tak pernah berhenti mengalir menuju tujuan, meski jalannya berliku,” tutup Agus Salim.
(Suara Imbang — Opini).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





