Polda Sulsel Gelar Serah Terima Pataka, Simbol Pergantian Kepemimpinan

  • Bagikan
Upacara penyerahan Pataka Pallawa Lipu dari Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro kepada Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Jumat (9/10/2026). (Foto: Polda Sulsel).

SUARAIMBANG.COM, MAKASSAR — Sebuah momen bersejarah dan penuh kehangatan mewarnai halaman Lapangan Upacara Markas Besar Polda Sulawesi Selatan pada Jumat pagi, 9 Oktober 2026. Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan secara resmi menggelar upacara serah terima Pataka Pallawa Lipu, simbol kehormatan dan identitas tertinggi institusi, yang menandai berakhirnya masa tugas Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., sekaligus dimulainya pengabdian Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., sebagai Kapolda Sulawesi Selatan yang baru.

Pataka Pallawa Lipu bukan sekadar lambang fisik belaka. Bagi keluarga besar Polda Sulsel, pataka ini merupakan cerminan jiwa pengabdian, kebanggaan, dan semangat pengorbanan yang tak terputus dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Bumi Bugis-Makassar. Penyerahannya dari satu pimpinan ke pimpinan berikutnya adalah tradisi sakral yang menjamin kesinambungan arah kebijakan dan komitmen pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Dalam sambutan perpisahannya, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan rasa syukur yang mendalam sekaligus keharuan. Selama kurang lebih 11 bulan memimpin Polda Sulsel, ia menyaksikan langsung semangat dan dedikasi luar biasa dari seluruh jajaran, mulai dari pejabat utama hingga personel di tingkat paling bawah.

“Menjadi bagian dari keluarga besar Polda Sulsel adalah sebuah kehormatan yang tak ternilai. Dukungan, loyalitas, dan kerja keras kalian adalah fondasi yang membuat Sulawesi Selatan tetap kondusif dalam berbagai agenda penting, baik nasional maupun daerah,” ujar Djuhandhani dengan nada tulus.

Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel, pemerintah daerah, serta masyarakat Sulawesi Selatan yang telah bersinergi menjaga keamanan. Di akhir sambutannya, Djuhandhani turut menyampaikan permohonan maaf yang tulus apabila selama menjalankan amanah terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk tetap teguh pada nilai-nilai Satya Haprabu, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mendukung penuh kepemimpinan yang baru.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan