Tambal Ban Rp5.000, Omzet Capai Rp30 Juta Sebulan di Bantaeng

  • Bagikan
Daeng Nyaluu tekun menambal ban — Rp5.000 sekali, 200 kendaraan sehari. (Foto dok istimewa/ MD).

SUARAIMBANG.COM, BANTAENG — Angka yang tak disangka-sangka muncul dari bengkel paling sederhana di pinggir jalan. Cukup Rp5.000 sekali tambal ban, berapapun jumlah lubangnya. Namun tiap hari ratusan kendaraan datang. Hitungannya sederhana, hasilnya luar biasa: omzet mencapai Rp30 juta dalam sebulan, dan seluruhnya berputar langsung di ekonomi warga Kabupaten Bantaeng.

Inilah kisah Daeng Nyaluu, pemilik bengkel tambal ban di Jalan Sungai Calendu, Kecamatan Bantaeng. Sabtu, 29 Agustus 2026, wartawan Suara Imbang mendatangi lokasi dan menyaksikan sendiri keramaian yang tak putus sejak pagi hingga sore.

“Tambal ban motor maupun mobil, tidak dihitung per lubang. Sekali datang, cukup Rp5.000,” ujar Daeng Nyaluu tegas.

Rp5.000 x 200 Kendaraan = Rp30 Juta Sebulan

Tarif datar itu berlaku untuk motor maupun mobil. Bahkan ganti pasang ban baru pun tetap Rp5.000 per unit. Ditambah lagi: tambah angin GRATIS untuk siapa saja. Murah, namun antrean tak pernah sepi. Rata-rata 200 kendaraan mampir setiap hari.

Rp5.000 × 200 kendaraan = Rp1.000.000 per hari

Rp1.000.000 × 30 hari = Rp30.000.000 sebulan

Tiga puluh juta rupiah sebulan berputar di satu titik jalan kecil. Uang itu tak lari ke kota lain, tak ke perusahaan jauh. Langsung di tangan warga, langsung dibelanjakan di sekitar Bantaeng. Inilah ekonomi rakyat yang hidup dari kejujuran dan pelayanan ringan hati.

Murah Bukan Berarti Rugi, Justru Berkah Meluas

“Yang penting berkah dan membantu orang. Kita cari rezeki halal yang bermanfaat bagi sesama,” ucapnya rendah hati.

Daeng Nyaluu membuktikan satu hal penting: bukan harga tinggi yang mendatangkan rezeki besar, melainkan ketulusan yang membuat orang datang kembali dan kembali lagi. Rp5.000 terasa ringan bagi pelanggan, namun berkumpul jadi besar demi kebaikan bersama. Uang Rp30 juta sebulan itu bukan milik satu orang saja — ia mengalir memberi makan keluarga, tetangga, pedagang, dan tetangga sekitar. Satu bengkel kecil, roda ekonomi berputar besar. 

Laporan: Redaksi Suara Imbang, Bantaeng — Sabtu, 29 Agustus 2026. (Editor MD).

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan