Beralih ke Mekkah! Setelah Madinah, Badai Pasir Besar Hantam Tanah Suci

  • Bagikan
Badai pasir menyelimuti Kota Mekkah, Arab Saudi, 26 Agustus 2026. Beruntun setelah sebelumnya melanda Kota Madinah. — Liputan Trans TV, 28/8/2026. (Foto tangkapan layar).

SUARAIMBANG.COM, MAKKAH — Langit Kota Suci Mekkah berubah kelabu pekat dalam sekejap. Tak lama setelah Kota Madinah dilanda badai pasir dahsyat, gelombang angin kencang berbalik menyapu Mekkah. Debu halus beterbangan memenuhi udara, jarak pandang menyempit drastis, dan pemandangan Ka’bah sejenak tertutup tirai alam yang tebal. Peristiwa ini terekam dalam liputan Trans TV pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Badai pasir datang tak memberi peringatan panjang. Langit biru lenyap, diganti warna kuning kecokelatan yang merambat dari ufuk ke ufuk. Jalanan kota perlahan sepi, namun jamaah tetap tabah melanjutkan ibadah di sekitar Masjidil Haram. Wajah mereka mungkin tertutup kain pelindung debu, namun hati tetap tegak menghadap kiblat — bukti iman tak goyah walau alam sedang mengamuk.

“Dua kota suci berturut-turut diuji alam. Madinah baru saja berlalu, kini Mekkah kembali menghadapi hal serupa. Fenomena ini mengundang perhatian dunia: perubahan iklim terasa nyata bahkan di tanah yang paling dijaga,” catat awak media.

Masyarakat luas menyoroti pola cuaca ekstrem ini. Badai pasir yang biasanya terjadi berjarak waktu berbulan-bulan, kini datang berdekatan dalam hitungan hari di dua kota paling suci sekaligus. Para jamaah disarankan memperketat kewaspadaan — gunakan masker pelindung saluran pernapasan, hindari aktivitas luar ruang jika tak mendesak, dan tetap tenang mengikuti arahan petugas pengelola kawasan suci.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan