
SUARAIMBANG.COM, BANTAENG — Suasana di halaman Kantor PDAM Tirta Eremerasa, Jalan Gagak, Kabupaten Bantaeng, pada Senin (24/8/2026) nyaris memanas sejak awal. Sekitar 100 warga dari empat kelurahan di Kecamatan Bissappu — Bonto Rita, Bonto Sungguh, Bonto Atu, dan Bonto Tiro — telah berkumpul dengan satu kemarahan yang sama. Mereka telah rutin membayar iuran air, namun keran di rumah-rumah tetap kering tak mengalir setetes pun.
Dan di tengah keheningan yang menegangkan, suara Ichsan Revolusi selaku koordinator lapangan tiba-tiba membelah udara — lantang, tegas, dan bergema:
“COPOT DIREKTUR PDAM BANTAENG!”
Teriakan itu tidak cukup sekali. Tiga kali Ichsan menggaungkannya, berturut-turut, semakin keras setiap kalinya. Dan setiap kali kata itu meluncur dari mulutnya, massa langsung menyambut dengan sorakan membahana yang mengguncang halaman kantor.
Di hadapan para karyawan PDAM, Dewan Pengawas, serta aparat gabungan kepolisian dan Satpol-PP yang berjaga, Ichsan tidak menahan amarahnya lagi. Ia menunjuk langsung ke arah pimpinan PDAM dan menegaskan:
“Ini namanya BAYAR ANGIN! Kami sudah bayar, tapi air tidak pernah mengalir! Tidak ada yang kami dapatkan!”
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





