
Suara itu menjadi teriakan satu suara dari seluruh massa. “Bayar angin! Bayar angin!” — kalimat pendek namun menusuk itu kini menjadi seruan yang terdengar dari setiap mulut warga yang telah lama dirugikan.
“Tuntutan kami jelas. Beri kompensasi satu tahun penuh. Kami bayar tapi tidak dapat apa-apa. Ini soal keadilan,” tegas Ichsan kembali, menatap lurus ke arah Dewan Pengawas PDAM.
Namun, jawaban yang diterima justru menambah bara api kemarahan. Dewan Pengawas PDAM mengaku belum dapat mengambil keputusan terkait permintaan kompensasi tersebut. “Masih dalam pembahasan internal, belum ada keputusan,” begitu jawaban yang diberikan. Tuntutan itu pun masih menggantung tanpa kejelasan.
Ketegangan semakin memuncak ketika massa kemudian bergerak menuju halaman Kantor Bupati Bantaeng. Di sinilah momen yang paling berbahaya hampir terjadi: seorang warga laki-laki paruh baya hampir saja bersitegang dan terlibat bentrok fisik dengan petugas Satpol-PP yang berjaga. Beruntung, petugas kepolisian segera sigap melerai kedua belah pihak sehingga bentrokan berhasil dihindari dan suasana perlahan dapat ditenangkan.
Di tengah ketegangan itu, Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin — yang akrab disapa “Uji Nurdin” — akhirnya hadir menemui massa. Bukan dengan sikap menolak, melainkan mendengarkan keluhan warga satu per satu dengan seksama.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





