Hilang Saat Memilah Ikan, Akmal Jatuh ke Laut Pasi Mabborong

  • Bagikan
Foto: Personel SAR mengenakan rompi pelampung dan helm keselamatan bersiap menyisir perairan luas Kecamatan Pulau Sembilan demi menemukan korban yang hilang tanpa jejak. (BASARNAS).

SUARAIMBANG.COM, SINJAI — Di tengah gelombang perairan Pasi Mabborong yang membentang luas di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, nasib seorang pemuda bernama Akmal (21 tahun) hingga kini masih menjadi misteri. Ia dilaporkan hilang tanpa jejak setelah terjatuh dari atas kapal jenis jolloro yang sedang berlayar menuju Pelabuhan Larea-Rea. Hingga memasuki hari kedua operasi pencarian, upaya penyisiran yang melibatkan berbagai unsur tim SAR Gabungan belum juga membuahkan hasil.

Kronologi peristiwa yang menggetarkan hati ini bermula pada Selasa, 18 Agustus 2026, tepat pukul 06.00 WITA. Saat itu, Akmal sedang dalam perjalanan pulang dari perairan Pasi Mabborong menuju Pelabuhan Larea-Rea, Sinjai, menggunakan kapal jolloro bersama rekan-rekannya. Sebelum kejadian, korban diketahui sedang sibuk memilah ikan hasil tangkapan yang akan dijual. Setelah selesai, ia berjalan menuju bagian belakang kapal untuk mencuci tangan — momen yang menjadi terakhir kalinya ia terlihat oleh rekannya. Ketika kapal tiba di pelabuhan dan rekan-rekan memanggilnya untuk membantu menurunkan hasil tangkapan ke darat, Akmal tidak ada di mana-mana. Ia diduga kuat terjatuh ke laut di tengah perjalanan tanpa ada yang menyaksikan kejadiannya.

Nelayan dan masyarakat setempat yang mengetahui hal tersebut segera bergerak melakukan pencarian mandiri di sekitar perairan tempat kapal melintas. Namun, penyisiran yang dilakukan secara swadaya itu berakhir nihil. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Akmal, baik di permukaan maupun di sekitar lokasi perkiraan jatuhnya korban. Langkah resmi kemudian diambil oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar yang segera mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Bone menuju lokasi kejadian.

Memasuki Rabu, 19 Agustus 2026, operasi pencarian resmi telah memasuki hari kedua. Tim SAR Gabungan terus memperluas radius penyisiran, menyusuri perairan Pasi Mabborong hingga lintasan kapal menuju Pelabuhan Larea-Rea. Pergerakan air laut yang dinamis serta luasnya wilayah perairan menjadi tantangan tersendiri bagi personel yang bertugas, namun semangat untuk menemukan korban tidak pernah surut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, M. Arif Anwar, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa seluruh kekuatan telah dikerahkan untuk memaksimalkan upaya pencarian ini.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan