
SUARAIMBANG.COM, BANTAENG —Sebuah rekaman video berdurasi singkat yang menampilkan momen pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Kabupaten Bantaeng menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu sorotan publik yang cukup besar. Isi rekaman tersebut berpusat pada gerakan tangan yang diduga dilakukan oleh salah satu peserta upacara, yang sebelumnya disebut sebagai staf ahli Bupati Bantaeng. Namun, informasi yang diperoleh redaksi memperjelas bahwa sosok tersebut bukan Pegawai Negeri Sipil (ASN) maupun aparatur pemerintahan, melainkan diduga kuat menjabat sebagai Tenaga Ahli Bupati.
Dalam rekaman yang beredar, muncul tanggapan dari Risal Soefrianto, S.H., Pengurus PKC PMII Sulawesi Selatan. Dikenal luas di kalangan aktivis, Risal telah menelusuri dan mempelajari video yang sedang viral tersebut. Menurut pengamatannya, tampak seorang pria berkacamata berdiri di antara barisan peserta upacara. Pada awalnya, pria tersebut terlihat mengangkat tangan dalam posisi hormat sebagaimana peserta lainnya. Namun, saat kamera bergerak dan menyorot ke arahnya, gerakan tangannya diduga berubah menjadi gestur mengacungkan jari tengah — sebuah isyarat yang secara umum dipahami sebagai bentuk ketidakhormatan atau ekspresi yang tidak pantas ditampilkan di ruang publik, terlebih dalam kegiatan resmi negara.
Video tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai akun media sosial, memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sejumlah warganet menilai tindakan tersebut patut diduga sangat tidak pantas dilakukan dalam sebuah kegiatan seremonial yang sarat dengan nilai penghormatan terhadap negara dan simbol kedaulatan bangsa. Meski diketahui bukan ASN maupun aparatur pemerintahan, sorotan tetap menguat karena sosok yang dimaksud disebut sebut berkedudukan diduga kuat sebagai Tenaga Ahli Bupati — sebuah posisi yang juga menuntut keteladanan, kepatuhan terhadap norma, serta menjaga citra dan kehormatan pimpinan daerah di hadapan masyarakat.
Salah satu tanggapan yang datang dari kalangan organisasi kemahasiswaan disampaikan oleh Risal Soefrianto, S.H., Pengurus PKC PMII Sulawesi Selatan. Menurutnya, peragaan gestur yang dilakukan oknum tersebut patut diduga kuat menunjukkan bahwa orang yang bersangkutan tidak memiliki rasa nasionalisme.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





