
SUARAIMBANG.COM, BANTAENG – Kekurangan air bersih kembali melanda masyarakat Kabupaten Bantaeng. Kali ini giliran warga di Kelurahan Pallantikang, tepatnya di kawasan Kampung Bissampole, Kecamatan Bantaeng, yang harus menelan pil pahit lantaran pasokan air dari Perumda Air Minum Tirta Eremerasa terhenti total selama hampir dua minggu lamanya.
Kondisi memprihatinkan ini memaksa warga harus berjuang keras demi mendapatkan air untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Salah seorang warga bernama Baharuddin mengaku terpaksa harus bolak-balik membawa jerigen ke Masjid Ruhul Amin yang terletak di Tumbel Gani, Bissampole.
BACA JUGA: Keluhan Menggunung, Air PDAM Bantaeng Macet, Warga Merpati Baru Protes
BACA JUGA: Krisis Air, Kantor ATR/BPN Bor Sumur Sendiri

“Sangat menyulitkan kami warga. Air PDAM sudah mati total selama dua minggu. Mau mandi, wudhu, cuci, semua susah. Akhirnya kami terpaksa harus mengambil air di masjid ini karena sumber airnya dari sumur bor yang masih lancar,” ungkap Baharuddin saat ditemui di lokasi, Senin (11/5/2026).
Bahkan, keterbatasan akses air ini membuat aktivitas sanitasi warga pun terganggu. Banyak warga yang akhirnya terpaksa mandi dan melakukan keperluan lain di area masjid hanya untuk bertahan hidup, sementara keran air di rumah masing-masing kering kerontang.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





