Air PDAM Macet Dua Minggu, Warga Manfaatkan Masjid

  • Bagikan
Foto: Baharuddin warga Bissampole, sedang mengisi jerigen air bersih di Masjid Ruhul Amin lantaran pasokan PDAM macet. (Dok: Suara Imbang/ Ist).

Yang lebih mengejutkan dan menyakitkan bagi Baharuddin, meskipun layanan air tidak berjalan maksimal, sistem penagihan tetap berjalan. Baharuddin menceritakan pengalaman pahit tahun lalu, di mana dirinya justru dikenakan denda keterlambatan pembayaran sebesar Rp 10.000, padahal saat itu air juga tidak mengalir selama dua bulan berturut-turut.

“Kami heran dan kecewa. Airnya tidak keluar, tapi tagihan dan dendanya tetap ada. Tahun lalu saja bisa mati dua bulan lebih, tahun ini lagi-lagi terulang. Kami merasa seperti jadi korban terus-menerus,” keluh Baharuddin dengan nada kecewa.

Warga pun berharap, selain memperbaiki masalah teknis pipa dan debit air, pihak manajemen juga bisa menyelesaikan masalah internalnya agar fokus utama kembali ke pelayanan publik yang prima.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan pasokan air bersih dari PDAM akan kembali normal, sementara warga terus berharap ada solusi nyata dari “Perumda Tirta Eremerasa”.

TIM/EDITOR TIM-SI.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan