
Kesiapsiagaan tim SAR Gabungan terbukti efektif. Pada pagi yang sama, sekitar pukul 06.30 WITA, delapan pendaki yang mengalami gangguan kesehatan berhasil dievakuasi secara aman ke Posko Registrasi Bulu Balea. Kondisi yang dialami para pendaki bervariasi, mulai dari hipotermia, asma, kram otot, hingga gejala tifus. Sebagian mendapat penanganan medis di lokasi, sementara yang lain dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong sesuai tingkat kebutuhan medis.
Arif mengingatkan bahwa kondisi cuaca, suhu udara yang dingin, kelelahan, serta kepadatan jalur menjadi faktor risiko yang harus diperhatikan setiap pendaki. Ia meminta agar semangat mengibarkan bendera tidak mengorbankan keselamatan diri.
“Kami mengimbau seluruh pendaki untuk mempersiapkan diri dengan baik, membawa perlengkapan sesuai kebutuhan, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan diri jika tubuh mulai mengalami gangguan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai semangat mengibarkan Merah Putih justru mengabaikan keselamatan diri,” tegasnya.
Selain personel Basarnas, pengamanan ini juga melibatkan tim SAR komunitas, organisasi kemanusiaan, relawan, serta tenaga medis. Kolaborasi lintas unsur ini dinilai sangat penting mengingat jumlah pendaki yang besar serta karakteristik medan Bawakaraeng yang menantang.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





