
Dalam pandangannya, sikap defensif atau bahkan menghindari komunikasi hanya akan memperkeruh situasi. Sebaliknya, keterbukaan justru menjadi kunci dalam meredam polemik dan menjaga stabilitas kepercayaan publik.
Adik kandung mantan Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Dr. H. Syahrul Mamma, S.H., M.H., ini, menilai di era digital seperti sekarang, setiap respons pejabat publik memiliki dampak luas.
“Sekarang semua serba terbuka. Satu respons bisa langsung tersebar luas dan dinilai publik. Maka yang dibutuhkan adalah ketegasan, kejelasan, dan tanggung jawab dalam setiap pernyataan,” ujarnya.
Dia juga berharap agar Wali Kota Makassar dapat melakukan evaluasi terhadap pola komunikasi yang selama ini dijalankan, serta membuka ruang dialog yang lebih konstruktif dengan insan pers.
“Kami tidak sedang menyerang. Ini bentuk pengingat. Pemerintah dan media harus berjalan beriringan. Kalau komunikasi buntu, yang dirugikan adalah masyarakat,” tandas Bung Salim.
TIM/ EDITOR TIM-SI.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





