
SUARAIMBANG.COM, BANTAENG – Keluhan jemaah Masjid Nurul Tarbiyah, Jalan Merpati Lama, Kabupaten Bantaeng, terkait listrik padam saat Salat Jumat akhirnya mendapat tanggapan resmi dari PLN ULP Bantaeng. Perusahaan listrik negara itu mengakui keterlambatan tambah daya akibat kendala stok material dan berjanji menuntaskan sebelum Jumat pekan depan.
Peristiwa listrik padam terjadi saat khutbah Jumat berlangsung, pada Jumat 24 April 2026. Seluruh sistem pengeras suara mati total sehingga ratusan jemaah, terutama di saf belakang dan pelataran, tidak dapat mendengar khutbah dan bacaan imam.
“Khutbah tidak terdengar sama sekali. Jemaah jadi tidak khusyuk. Ini bukan pertama kali, tapi selalu terjadi saat waktu ibadah penting,” ujar salah satu jemaah yang enggan disebutkan namanya.

Pengurus Masjid Nurul Tarbiyah, Muhammad Safri, menjelaskan pihaknya sudah mengantisipasi lonjakan beban listrik dengan mengajukan tambah daya sejak awal April. Masjid berkapasitas 400 jemaah itu membutuhkan daya lebih besar untuk menopang AC, kipas, dan sound system saat jemaah membludak.
“Saya sudah bayar lunas Rp3.453.600 via transfer Bank BRI pada 9 April 2025 untuk naik daya dari 11.000 VA ke 13.200 VA. Tapi sampai hari ini, Jumat 24 April 2026, petugas PLN belum juga melakukan perubahan daya,” kata Muhammad Safri kepada Suara Imbang usai Salat Jumat.
Akibatnya, setiap Jumat masjid mengalami overload dan pemadaman otomatis dari MCB. Safri sebelumnya menilai PLN ULP Bantaeng lamban merespons kebutuhan vital rumah ibadah, padahal bukti transfer dan nomor registrasi sudah diserahkan lengkap.
Tanggapan PLN: Minta Maaf, Terkendala Material
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





