
Ia menekankan, dalam sistem demokrasi, media memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Ketika fungsi ini tidak direspons dengan baik, maka informasi yang sampai ke publik menjadi timpang, bahkan bisa membuka ruang bagi spekulasi.
“Ketika pertanyaan tidak dijawab dengan jelas, maka publik akan menafsirkan sendiri. Di situlah masalah mulai muncul. Kepercayaan bisa terkikis hanya karena komunikasi yang tidak dijalankan dengan serius,” tegas mantan Wakil Ketua PWI Sulsel ini.
Mantan Direktur Utama Harian Ujungpandang Ekspres, Upeks, itu juga mengingatkan bahwa jurnalis bekerja berdasarkan kode etik dan profesionalitas. Konfirmasi yang dilakukan bukan untuk menyerang, melainkan untuk memastikan akurasi informasi sebelum disampaikan ke masyarakat.
“Jurnalis itu bukan musuh pemerintah. Mereka menjalankan fungsi kontrol dan penyampai informasi. Kalau setiap konfirmasi dianggap sebagai gangguan, itu cara pandang yang keliru,” tegasnya lagi.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





