
Lebih dalam, Kapolda Sulsel menyampaikan pesan yang sangat mendasar: menjaga kamtibmas bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Sinergi yang terbangun antara pemerintah, TNI-Polri, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat luas adalah modal sosial yang paling berharga dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus merawat kehidupan demokrasi yang sehat dan beradab.
Melalui silaturahmi yang dibangun dalam kegiatan ini, diharapkan tercipta ruang komunikasi yang semakin kuat, terbuka, dan berkelanjutan antara seluruh pemangku kepentingan. “Apabila komunikasi terbangun dengan baik, maka setiap potensi permasalahan dapat dideteksi dan diselesaikan sejak dini melalui musyawarah dan kolaborasi,” tegasnya. Pendekatan ini menegaskan bahwa pencegahan lebih diutamakan daripada penindakan, dan kebersamaan adalah kunci utama dalam meredam potensi gangguan.
Kapolda Sulsel juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjadikan Apel Silaturahmi Kamtibmas ini sebagai momentum memperkuat persaudaraan, mempererat sinergi, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Sulawesi Selatan. Tak lupa, beliau mengingatkan kembali pada nilai luhur budaya masyarakat Sulawesi Selatan — Siri’ na Pacce — sebagai landasan moral dan sosial dalam membangun kehidupan yang harmonis, saling menghormati, dan bersatu di tengah keberagaman.
“Saya yakin, dengan semangat kebersamaan, nilai-nilai siri’ na pacce, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI-Polri, perguruan tinggi, mahasiswa, dan seluruh komponen masyarakat, kita mampu menjaga Sulawesi Selatan tetap aman, damai, bermartabat, dan kondusif,” pungkas Kapolda Djuhandhani Rahardjo Puro dengan penuh keyakinan.
Apel Gelar Pasukan Silaturahmi Kamtibmas 2026 ini pun menjadi bukti nyata bahwa ketika seluruh elemen bangsa bersatu — tanpa membedakan latar belakang — maka kedamaian bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan yang senantiasa dijaga bersama. Dan di atas segalanya, Sulawesi Selatan tetap berdiri tegak: aman, damai, dan bersatu.
(Anten/rls/ Edit MD).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





