Hari Kedua Pascagempa Nagekeo: Tim SAR Tembus Longsor, 48 Tewas, Pencarian Diperluas

  • Bagikan
Foto: Kolase operasi SAR pascagempa: tim berdoa dan berkoordinasi sebelum bertugas, akses jalan longsoran batu besar yang menghambat jalur evakuasi, serta pemukiman warga yang rusak akibat guncangan gempa. (Dok: Basarnas Maumere/ Suaraimbang).

SUARAIMBANG.COM, MBAY, NTT — Memasuki hari kedua pascabencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, operasi pencarian dan pertolongan terus berjalan intensif. Tim SAR Gabungan berhasil menembus akses yang sebelumnya tertutup longsor dan mulai memperluas jangkauan pencarian ke wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi, pada Minggu (16/8/2026).

Sejak pukul 06.00 WITA, personel gabungan beserta seluruh Alat Utama (Alut) SAR telah dikerahkan ke sejumlah titik prioritas. Fokus pencarian hari ini terbagi di dua wilayah utama: kawasan Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan wilayah Reo, Kabupaten Manggarai. Keduanya menjadi pusat perhatian karena kerusakan yang cukup parah serta akses yang sempat terputus akibat longsoran tanah dan bangunan yang roboh.

Foto: Kolase kegiatan Tim Basarnas di lokasi terdampak gempa Nagekeo: peninjauan kerusakan bangunan, pendataan langsung kepada warga, pemantauan fasilitas umum, serta koordinasi bersama unsur terkait di lapangan. (Dok: Basarnas Maumere/Suaraimbang).

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menyampaikan kabar gembira sekaligus kemajuan signifikan di lapangan. Jalur darat menuju wilayah Reo yang sempat tertutup longsor kini telah berhasil dibuka dan dapat dilalui oleh tim penyelamat.

“Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur, per pukul 06.00 WITA, telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor. Dengan terbukanya akses tersebut, pencarian dapat kembali diperluas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan,” ungkap Fathur Rahman.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan