
Teknologi Waqua Jepang ini dirancang khusus untuk daerah pesisir yang memiliki sumber daya laut melimpah namun keterbatasan air tawar. Sistemnya relatif ringkas, hemat energi, dan dapat disesuaikan dengan skala kebutuhan — mulai dari tingkat rumah tangga hingga lingkup desa. Jika diterapkan secara menyeluruh di Bulukumba, bukan tidak mungkin kabupaten ini akan menjadi daerah percontohan nasional dalam pemanfaatan laut untuk kesejahteraan rakyat.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba menyatakan bahwa kerja sama ini akan terus dikembangkan dan diperluas ke berbagai titik pesisir. Tahap berikutnya meliputi kajian teknis, penentuan lokasi prioritas, serta pelatihan bagi masyarakat agar dapat mengoperasikan dan merawat peralatan tersebut secara mandiri.
Reaksi warganet pun mengalir deras. “Ini bukan sekadar kemajuan, ini revolusi untuk daerah pesisir,” tulis salah satu akun. “Semoga tidak berhenti di Bulukumba saja, tapi segera menyebar ke seluruh Indonesia yang punya laut luas,” harap yang lain. “Keren sekali, kerja sama yang nyata hasilnya,” tambah lainnya.
Di tengah tantangan perubahan iklim, kekeringan yang semakin sering terjadi, dan tekanan terhadap sumber daya air tawar yang semakin menipis, kehadiran teknologi Waqua di Bulukumba adalah sebuah harapan nyata. Laut yang selama ini dipandang sebagai batas, kini berubah menjadi sumber kehidupan yang tak akan pernah habis. Air laut yang tak terhitung jumlahnya, kini bisa berubah menjadi air minum — cukup dengan satu sentuhan teknologi yang bijak.
(Tim/ Editor TIM-SI).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





