
Usai pertandingan, arsitek Borneo FC Pieter Huistra menyoroti daya dobrak timnya. “Eksekusi kami di 45 menit awal sangat presisi. Itu pembeda laga. Saya lihat determinasi tinggi dan kepatuhan taktik dari semua pemain,” ucapnya.
Dari kubu tim tamu, pelatih Semen Padang tak menampik superioritas Pesut Etam. “Mereka lebih matang dalam persiapan. Kami baru menemukan ritme ketika tertinggal dua gol,” tuturnya.
TIM EDITOR R-SI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.






