UMI Bantaeng Siap Buka Program S2 dengan Kualitas Internasional

  • Bagikan
Foto: Prof. Dr. H Mansyur Ramly, SE, Ketua Pembina Yayasan Wakaf (YW) UMI Bantaeng, saat diwawancarai oleh tim media Suara Imbang di Kampus UMI Bantaeng, Desa Nipa-Nipa, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Rabu (10/12/2025). (Dok: Istimewa Suaraimbang).

Fokus utama UMI Bantaeng dalam mengembangkan program S2 adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah Bantaeng. “Kami ingin menjadi salah satu universitas terbaik di Sulawesi Selatan, dan kami berharap program S2 kami dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini,” tambahnya.

Rencana pembangunan rumah klinik utama di kampus UMI Bantaeng. (Foto istimewa).

Menurut Prof. Mansyur Ramly, pendaftaran S2 UMI Bantaeng masih dalam proses, namun sudah ada beberapa produk yang siap untuk ditawarkan pada tahun ajaran baru 2026. “Kami sedang menjaga kemungkinan-kemungkinan untuk kerjasama dengan luar negeri, seperti Universiti Sains Islam Malaysia (USIM),” ujarnya.

UMI Bantaeng juga berencana untuk menjalin kerjasama dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) untuk menyelenggarakan program Master. “Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat Bantaeng untuk mengikuti pendidikan yang berkualitas internasional,” kata Prof. Mansyur Ramly.

Rencana pembangunan rumah klinik utama di kampus UMI Bantaeng. (Foto istimewa).

Proses seleksi untuk program S2 UMI Bantaeng masih dalam tahap awal, namun Prof. Mansyur Ramly berharap bahwa proses ini dapat segera diselesaikan. “Kami ingin memberikan fasilitas pendidikan yang berkualitas internasional kepada masyarakat Bantaeng,” ujarnya.

Rencana lain UMI Bantaeng adalah membuka klinik utama di kampus baru mereka, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di daerah tersebut. Dengan demikian, UMI Bantaeng berharap dapat menjadi salah satu universitas terbaik di Sulawesi Selatan dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Laporan ST. Arwati/ Editor MD.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan