Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Bantaeng, Dorong Advokasi Perempuan dan Anak

  • Bagikan
Mahasiswa KKN UNHAS dan Ketua YBH-PA Bangkit Bantaeng, Putri Fatimah Nurdin, dalam podcast. (Foto dok: Istimewa).

SUARAIMBANG.COM, BANTAENG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin, Fakultas Hukum Gelombang 115, yang berposko di Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak (YBH-PA) Bangkit Bantaeng, menggelar podcast yang membahas isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, pada  (24/1/2026). lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinergi antara mahasiswa dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam meningkatkan kesadaran dan advokasi bagi perempuan dan anak.

Podcast yang dipandu oleh Annisa Dewi Mulyasari, mahasiswa KKN Fakultas Hukum UNHAS, menghadirkan Ketua YBH-PA Bangkit Bantaeng, Putri Fatimah Nurdin, sebagai narasumber.

Dalam kesempatan itu, Putri Fatimah menekankan komitmen YBH-PA sebagai wadah perjuangan dan perlindungan bagi perempuan dan anak yang berada dalam situasi rentan di Kabupaten Bantaeng.

“YBH-PA berkomitmen menjadi ruang aman untuk mendapatkan pendampingan hukum, psikososial, serta dukungan pemulihan bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan,” ujar Putri Fatimah.

Kegiatan podcast ini bertujuan untuk mengeksplorasi alasan dan motivasi di balik keterlibatan individu dalam advokasi perempuan dan anak. Dengan memahami faktor-faktor yang mendorong komitmen mereka, diharapkan dapat memberikan insight bagi pengembangan strategi advokasi yang lebih efektif dan inspiratif bagi generasi berikutnya. [*].

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan