
Ke-7 zona tersebut yaitu Zona 1: Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar. Zona 2: Pangkep, Barru, Jeneponto, dan Bantaeng. Zona 3: Parepare, Pinrang, Sidrap dan Wajo. Zona 4: Enrekang, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Zona 5: Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur, Zona 6: Bone, Soppeng, Sinjai, dan Bulukumba, serta Zona 7: Selayar.
Proses pelatihan dilakukan secara daring dan luring. Materi daring dilakukan pada malam hari sebanyak 13 materi dengan pemateri dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, sedangkan proses pelatihan secara luring dilakukan di daerah masing-masing pada hari terakhir dengan pemateri dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah masing-masing.

Materi pada hari terakhir secara luring yaitu materi “Metode dan Strategi Dakwah”, materi “Sosialisasi Sistem Informasi Tabligh Muhammadiyah (SITAMA)” oleh Majelis Tabligh PP Muhammadiyah via zoom, serta materi “Dakwah Digital.” “Terakhir dilakukan ujian praktek dakwah,” kata Nurdin.
Sekolah Tabligh Muhammadiyah Sulsel Zona 6 sudah dimulai Senin malam, 12 Januari 2026, dengan Mater 1: “Strategi Dakwah Muhammadiyah (Implementasi Risalah Islam Berkemajuan di Ranah Tabligh)” dengan narasumber Drs Gita Danupranata MM (Majelis Tabligh PP Muhammadiyah). Materi kedua “Al Quran dan Tafsir (Pemahaman Ayat-ayat tentang Dakwah)” pada Selasa malam, 13 Januari 2026, dibawakan oleh Dr Saiful Bahri Lc MA (Majelis Tabligh PP Muhammadiyah).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.




