
Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Al Hidayah, Ilham Suang, menyebut keberangkatan menggunakan KRI TNI AL ini sebagai doa yang terijabah atas harapan panjang para jemaah.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan KSAL dalam menyediakan kapal perang kepada jamaah. Hal ini sebagai bukti kuatnya sinergi antara umara dan ulama. Militer, pemerintah daerah, dan masyarakat religius berjalan bersama, memperkuat persatuan lewat pendekatan damai dan humanis.” jelas Ilham Suang.

Usai acara pelepasan tersebut, selanjutnya kapal KRI TNI AL ini langsung bertolak menuju Lampung. Perjalanan laut ini akan memakan waktu 3 hari, dan diperkirakan tiba pada Jumat pagi paling lambat, sebelum pembukaan Ijtima tersebut dilaksanakan. Insya Allah.., Doa-doa langit akan dipanjatkan. Persatuan akan diteguhkan. Semoga menjadi asbab kebaikan bagi bangsa.
Laporan Tim-SI/Editor MD.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





