
Ahmad Pananrang juga menjelaskan bahwa efektifitas pengelolaan satuan pendidikan untuk memastikan keberlanjutan program. “Kedepan tantangan kita di bidang pendidikan semakin banyak dan kompleks, untuk itu dibutuhkan kualitas, kreatifitas, serta inovasi dari pendidik dan pengelola. Kolaborasi antara pendidik/tutor, pengelola, dinas pendidikan juga menjadi penting dalam menghadapi tantangan tersebut,” tutup Ahmad Pananrang.
ANDI MATJTJA, S.Sos, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, dalam sambutannya mengingatkan para pengelola PKBM agar dalam penyelenggaraan satuan pendidikan dengan mengikuti dan mempedomani regulasi dan petunjuk teknis yang ada.
“Kami dari Dinas Pendidikan senantiasa memantau, membina, dan membimbing teman-teman melalui Monitoring Evaluasi dengan tujuan agar bisa meminimalisir pelanggaran dalam pengelolaan satuan pendidikan khususnya dalam penggunaan bantuan anggaran pemerintah baik pusat maupun daerah,” ujar ANDI MATJTJA.
ANDI MATJTJA juga menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Pinrang memiliki 10 program strategis di bidang pendidikan, salah satunya adalah peningkatan kualitas SDM.
“Untuk itu, kami membutuhkan keseriusan, kerjasama, dan kolaborasi semua pihak sehingga dapat dipastikan bahwa semua masyarakat Pinrang bisa mendapatkan layanan pendidikan baik melalui jalur pendidikan formal maupun pendidikan nonformal,” ujar ANDI MATJTJA.
Kegiatan Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan nonformal di Kabupaten Pinrang dan mempererat silaturrahmi antara pengurus Forum PKBM, Pengelola, Tutor, dan Staf Dinas Pendidikan Kabupaten Pinrang.
Laporan tim R-SI/ Editor MD.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.




