
Ia menjelaskan, kendala utama dalam operasi saat ini adalah belum adanya satu acuan pasti terkait titik jatuh korban. Terdapat dua versi informasi yang berkembang di lapangan.
“Ada informasi yang menyebut korban terjatuh di wilayah selatan New Port Pelindo. Namun versi lain menyebutkan korban jatuh di sekitar perairan pulau, kurang lebih 9 nautical mile dari Pelabuhan Paotere. Perbedaan informasi ini menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan sektor prioritas pencarian,” jelasnya.

Meski demikian, tim tetap melakukan evaluasi harian dengan mempertimbangkan faktor arus, angin, dan kemungkinan pergerakan korban (drift). Memasuki hari keenam, Jumat (13/2/2026), Tim SAR Gabungan akan meningkatkan metode pencarian dengan melakukan penyelaman di sekitar lokasi ditemukannya perahu korban.
Selain itu, akan dilakukan penyisiran darat (infantri) di sepanjang pesisir Pantai New Port untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus ke garis pantai.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





