Mengharmoniskan Pendidikan, Politik, dan Seni: Kunci Membangun Generasi Unggul

  • Bagikan
Sudarto, Dosen PGSD FIP Universitas Negeri Makassar, membahas tentang pentingnya harmonisasi pendidikan, politik, dan seni dalam membangun generasi unggul." (Foto: Dok: Istimewa).

Seni bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana kritis yang mampu menyuarakan aspirasi, menumbuhkan empati, dan membuka ruang diskusi simbolis terhadap isu-isu pendidikan, sosial, dan politik. Karya seni yang mendukung nilai-nilai pendidikan politik menjadi pilar penting demi menghindari destruktifikasi nilai yang telah terbangun.

Interaksi antara seni, pendidikan, dan politik menghasilkan budaya yang tidak hanya kritis, tetapi juga kreatif dan sarat nilai moral serta spiritual. Seni politis dapat menyampaikan kritik terhadap ketidakadilan dengan cara yang indah dan bijaksana tanpa menimbulkan konflik. Sedangkan seni edukatif mampu mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, berkenaan dengan fenomena di dunia pendidikan sehingga mereka dapat merespon secara tepat.

Selama ini, hubungan ketiga pilar ini tidak selalu mulus. Tantangan terbesar adalah menjaga agar seni tidak menjadi alat politik yang hanya menguntungkan segelintir kelompok, serta memastikan pendidikan politik inklusif dan bebas manipulasi. Seni harus tetap menjadi ruang ekspresi bebas sekaligus media pembelajaran sosial-politik yang membangun, bukan merusak nilai dan moral masyarakat.

Sudarto, Dosen PGSD FIP Universitas Negeri Makassar, membahas tentang pentingnya harmonisasi pendidikan, politik, dan seni dalam membangun generasi unggul.” (Foto: Dok: Istimewa).

Dalam konteks Indonesia, sinergi pendidikan, politik, dan seni sangat penting untuk mencetak generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga kritis, kreatif, beretika, dan memiliki jiwa kebangsaan yang kuat dan edukatif. Generasi ini akan mampu mengambil kebijakan secara komprehensif dan progresif demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Memupuk kesadaran politik melalui pendidikan yang dikemas dengan seni kreativitas membantu menghindarkan generasi muda dari apatisme dan konflik sosial. Sebaliknya, mereka didorong untuk berpikir terbuka, responsif, serta berkarya positif dalam menyikapi tuntutan zaman. Oleh karena itu, kolaborasi antara pendidik, politisi, seniman, dan masyarakat luas menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan Indonesia yang berkeadilan dan berkemakmuran. Dukungan luas akan membuka ruang edukasi dan ekspresi yang produktif sehingga tercipta warga negara yang berdaya, berwawasan, dan berbudaya tinggi.

Dari interferensi pendidikan, politik, dan seni inilah kita bisa membangun masa depan yang gemilang dengan wawasan politik matang, kreativitas tinggi, dan nilai kebangsaan yang kokoh dan terdidik: menjadi generasi unggul.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan