Menggali Nasionalisme dan Kedaulatan Lewat Bahasa Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Strategi Menata Politik Masa Depan

  • Bagikan
Pendidikan IPA sebagai sarana menumbuhkan nasionalisme.(Foto dok: Sudarto).

Oleh: Sudarto (Dosen PGSD FIP Universitas Negeri Makassar).

SUARAIMBANG.COM, MAKASSAR – Bangsa Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga dan mengembangkan rasa nasionalisme serta kedaulatan di tengah era globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat. Salah satu aspek penting dalam membangun karakter bangsa yang kuat adalah melalui pendidikan, khususnya pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pendidikan IPA tidak hanya berfungsi sebagai sarana menumbuhkan kompetensi ilmiah, tetapi juga sebagai medium strategis untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kesadaran kedaulatan bangsa.

Nasionalisme sebagai semangat kebangsaan merupakan pondasi dari persatuan dan kesatuan negara yang berdaulat. Melalui pendidikan IPA, bangsa ini dapat menggali dan menguatkan jiwa nasionalisme dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan berbasis realitas, sehingga anak-anak sejak dini memahami bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi adalah alat untuk kemajuan bangsa sekaligus bagian dari kedaulatan nasional.

Pendidikan IPA di sekolah dasar dan menengah memberikan peluang besar untuk menumbuhkan sikap cinta tanah air dan karakter disiplin yang terintegrasi dengan pengetahuan ilmiah. Proses pembelajaran IPA yang didesain dengan baik dan bernuansa ilmiah akan membimbing siswa mengenal keanekaragaman alam Indonesia, serta bagaimana ilmu pengetahuan berperan dalam membentuk sikap yang selalu ingin melestarikan sumber daya alam yang ada sekaligus mempertahankan kedaulatan lingkungan dan nasional.

Siswa berdiskusi tentang nasionalisme dan kedaulatan bangsa. (Foto dok: Sudarto).

Selain itu, IPA mengajarkan pemikiran kritis dan analisis ilmiah yang sangat penting dalam menata politik masa depan. Siswa yang terbiasa berpikir kritis akan mampu melakukan evaluasi terhadap informasi dan fenomena yang mereka hadapi, sehingga dapat menghindari propaganda politik yang merusak persatuan dan mampu memberikan solusi tepat terhadap permasalahan yang muncul.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan