
Ia menuturkan, Masjid Wartawan PWI Sulawesi Selatan dahulu cukup ramai oleh jamaah, baik dari kalangan wartawan maupun masyarakat sekitar. Masjid ini juga menjadi tempat singgah bagi banyak orang untuk beribadah dan beristirahat, karena dilengkapi fasilitas seperti kamar mandi, toilet, serta pendingin ruangan yang membuat suasana di dalam masjid terasa nyaman.
“Dulu, setiap hari banyak orang datang untuk shalat, baik berjamaah maupun sendiri-sendiri. Karena lokasinya strategis, banyak pula yang singgah untuk beristirahat, bahkan sekadar berbaring melepas lelah,” tutur Asnawin.

Selain sebagai tempat ibadah, pengurus Masjid Wartawan PWI juga aktif menggelar berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian rutin setiap hari Kamis serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Pengurus masjid dulu cukup aktif mengadakan kegiatan. Namun sangat disayangkan, setelah Pemprov Sulsel mengambil alih Gedung PWI Sulsel, Masjid Wartawan PWI juga dibiarkan terbengkalai,” tambahnya.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





