
Dalam kelompok pelayanan kesehatan, setiap wilayah menyampaikan perkembangan fasilitas kesehatan ‘Aisyiyah di daerahnya. Sulawesi Selatan melaporkan memiliki tujuh fasilitas layanan kesehatan, dua di antaranya telah berstatus akreditasi paripurna. Sementara Sulawesi Barat menyampaikan bahwa mereka pernah memiliki satu klinik di Mamuju, namun fasilitas tersebut hancur akibat gempa pada 15 Januari 2021.
BACA JUGA: PDM Gowa Gelar Pengajian Terpadu, Wujudkan Silaturahmi dan Kaderisasi
Gempa itu juga menewaskan dr. Adriani Kadir, dokter penanggung jawab utama yang juga Ketua MPKU PWM Sulbar. Sejak peristiwa itu, Sulbar belum memiliki klinik baru, namun ada rencana membuka apotek di Majene sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali kegiatan pelayanan kesehatan ‘Aisyiyah di wilayah tersebut.
BACA JUGA : 168 Kader Muda Muhammadiyah Ikuti Sekolah Tabligh
Dari Sulawesi Tenggara, disampaikan rencana pembukaan tiga klinik baru di Muna, Kendari, dan Buton, yang saat ini masih dalam tahap perencanaan dan penjajakan. Ditambahkan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan ‘Aisyiyah bukan sekadar layanan medis, tetapi juga bagian dari dakwah dan pengabdian kepada masyarakat. “Klinik dan fasilitas kesehatan ‘Aisyiyah menjadi sarana untuk menebarkan nilai Islam yang penuh kasih dan kepedulian,” katanya.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





