Khutbah Gerhana di Gowa, Asnawin Luruskan Mitos

  • Bagikan
Foto: Asnawin Aminuddin membawakan khutbah shalat gerhana. (Dok: istimewa).

Ayat ini menjelaskan bahwa terjadinya gerhana adalah ketika matahari, bulan, dan bumi berada di satu garis lurus. Jika bulan menghalangi cahaya matahari ke bumi, maka itu adalah gerhana matahari. Jika bumi menghalangi cahaya matahari sampai ke bulan maka disebut dengan gerhana bulan.

Asnawin kemudian mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan kepada kita bila terjadi gerhana untuk berdoa kepada Allah, mendirikan shalat sunnah gerhana, bertakbir, dan bersedekah.

“Rasulullah bersabda, sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka banyaklah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikan shalat, dan bersedekahlah,” sebut Asnawin.

Sejarah mencatat bahwa peristiwa gerhana pernah bertepatan dengan wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah. Banyak sahabat sempat beranggapan bahwa gerhana itu terjadi karena wafatnya sang bayi. Namun Nabi segera meluruskan dengan mengatakan: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena wafatnya atau hidupnya seseorang.”

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan