IPAS di Kelas: Antara Harapan Pengajaran Terpadu dan Realita Pembelajaran Terpisah

  • Bagikan

Oleh: Sudarto (Dosen PGSD FIP Universitas Negeri Makassar)

SUARAIMBANG COM, MAKASSAR – Kurikulum Pendidikan Dasar di Indonesia menghadirkan konsep inovatif Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan harapan memberikan pembelajaran yang terpadu dan komprehensif. IPAS menggabungkan IPA dan IPS dalam satu mata pelajaran, agar siswa dapat memahami keterkaitan antara fenomena alam dan kehidupan sosial secara holistik. Harapannya, siswa mampu melihat hubungan sebab-akibat antara lingkungan alam dan masyarakat dalam satu kesatuan pemahaman utuh yang sesuai dengan perkembangan kognitif anak SD.

Namun, dalam praktik di lapangan, umumnya, kalau tidak semuanya, guru masih mengajarkan materi IPA dan sosial secara terpisah, meskipun buku yang digunakan bernama IPAS. Kondisi ini tidak saja menciptakan kebingungan, tetapi juga memunculkan kontroversi di kalangan pendidik dan pengamat pendidikan. Sebagian besar guru merasa lebih nyaman dan sudah terbiasa mengajar IPA dan IPS secara terpisah. Selain itu, kemampuan guru untuk mengintegrasikan kedua bidang secara efektif masih belum matang.

Akibatnya, pembelajaran IPAS seringkali hanya berwajah kosmetik—hanya perubahan nama buku tanpa perubahan signifikan dalam metode dan penyampaian materi, sehingga kurang memberi dampak pada pemahaman dan keterampilan siswa secara menyeluruh. Ini menjadi tantangan besar bagi institusi pendidikan dan pemerintah untuk menyelenggarakan pelatihan intensif dan berkelanjutan bagi para guru. Pelatihan ini harus dipandu oleh ahli dari bidang IPA dan IPS secara simultan agar guru mampu mengimplementasikan pendekatan pembelajaran terpadu yang nyata dan bermakna.

Dengan demikian, IPAS tidak sekadar rencana di atas kertas, tetapi benar-benar mampu mengubah cara mengajar dan belajar di kelas, menjadi pengalaman belajar yang kaya, kontekstual, dan berdampak luas bagi karakter dan wawasan siswa. Transformasi kurikulum yang efektif akan terbentuk jika guru diberdayakan dengan pemahaman mendalam dan strategi pengajaran yang inovatif, mengintegrasikan berbagai konsep IPA dan IPS dalam satu pembelajaran yang terpadu.

                               
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
  • Bagikan