
Dalam hal ini, Imam Syamsi Ali, imam besar Jamaica Muslim Center di New York, berperan penting. Ia dikenal aktif mendorong umat Islam agar terlibat dalam politik secara positif. Menurutnya, partisipasi politik adalah bagian dari tanggung jawab sosial umat. Doa bersama yang digelar di komunitas Muslim New York menjelang hari pemilihan menjadi simbol bahwa umat Islam kini semakin sadar akan pentingnya mengambil peran dalam kehidupan publik.
Menariknya, Mamdani tidak menonjolkan simbol agama, tetapi nilai-nilai universal Islam seperti keadilan (adl) dan kepedulian sosial (rahmah), menjadikannya contoh politik identitas yang adil dan beradab. Ia menunjukkan bahwa politik identitas dapat dijalankan secara positif, bukan untuk membedakan, melainkan untuk memperluas ruang representasi. Dengan cara itu, ia mampu menarik dukungan dari berbagai latar belakang etnis dan agama, terutama mereka yang peduli pada isu-isu universal.
Euforia kemenangan Mamdani dirasakan oleh banyak umat Islam di seluruh dunia. Setelah dua dekade menghadapi stigma negatif pasca tragedi 9/11, terpilihnya seorang pemimpin Muslim di kota besar seperti New York menjadi simbol penerimaan dan kebangkitan citra Islam di Barat. Bagi generasi muda Muslim, kemenangan ini menjadi inspirasi bahwa politik identitas Islam bukanlah penghalang untuk berkontribusi dalam sistem demokrasi. Sebaliknya, nilai-nilai Islam seperti keadilan, kepedulian, dan kesetaraan dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan publik yang modern dan inklusif.
Namun, perjalanan Mamdani tentu tidak mudah. Ia akan menghadapi tantangan besar untuk mewujudkan janji-janji kampanyenya. Walaubagaimanapun, kemenangan Zohran Mamdani telah memberi harapan baru bagi wajah politik modern. Ia membuktikan bahwa politik bisa dijalankan dengan ketulusan, keberpihakan pada rakyat, dan komunikasi yang terbuka. Kemenangannya bukan hanya milik komunitas Muslim, tetapi kemenangan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.***
Samata Gowa, 7 Nopember 2025.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





