
Selain ketiadaan petunjuk, kondisi cuaca juga menjadi tantangan. Curah hujan yang cukup tinggi di wilayah hutan Dusun Panyikkokang berdampak pada medan licin, penurunan jarak pandang, serta hambatan pergerakan tim SAR gabungan. Upaya yang dilakukan meliputi penyisiran hutan, area perbukitan, jalur sungai, pemantauan menggunakan drone, serta koordinasi intensif bersama pemerintah desa dan warga setempat.
Namun, hingga operasi memasuki hari ketujuh, hasil pencarian tetap nihil. “Sesuai Standard Operating Procedure (SOP) Basarnas, apabila selama tujuh hari tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi resmi ditutup.
Meski demikian, Basarnas Makassar tetap melakukan pemantauan pascaoperasi apabila muncul informasi baru atau tanda-tanda yang mengarah pada korban,” tambah Andi Sultan.
Dengan berakhirnya operasi ini, seluruh unsur SAR gabungan kembali ke satuan masing-masing. Basarnas Makassar tetap membuka ruang koordinasi apabila masyarakat menemukan petunjuk terkait keberadaan Dg. Malla.
Laporan Sugiri/ Editor MD.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





