
Sudah saatnya pembelajaran IPA di Bantaeng tidak hanya terjadi di ruang kelas. Alam sekitar menyediakan sumber belajar yang tak terbatas — laut yang biru, bukit yang hijau, udara yang sejuk, dan kehidupan masyarakat yang selaras dengan alam.
Ketika anak-anak belajar sains dari laut dan bukit, mereka tidak hanya memahami konsep ilmiah, tetapi juga belajar tentang kehidupan. Mereka belajar bahwa ilmu pengetahuan tidak jauh dari mereka, tetapi hadir di setiap hembusan angin pantai, setiap tetes embun di pagi hari, dan setiap langkah kecil mereka di tanah Bantaeng yang subur nan indah itu.
Penulis merupakan Dosen Universitas Negeri Makassar.
Email: drsudartompd@gmail.com.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi dan/atau tujuan menghasut.





